RE: Bagaimana cara menghadapi sifat orang yang ingin menang sendiri ?

cara menghadapi sifat orang yang ingin menang sendiri, Apasih yang harus kita lakukan untuk menghadapi sifat pacar yang ingin menang sendiri Atau ego nya yg tinggi ? Bagaimana cara menanggapinya?

Julliamarry SMP Ditanyakan on 10 Maret 2016 pada Curhat.
Tambah Komentar

Lebih Baik Diam
BERTEMU seseorang yang cenderung mau menang sendiri dan selalu melukai hati orang lain, sangatlah menyebalkan. Kehadirannya selalu membuat kita tidak nyaman, membuat marah, dan jengkel.

Tapi menghindar dari orang yang menyebalkan tak semudah yang dibayangkan. Ada kondisi yang kadang-kadang menjebak kita berada dalam satu lingkungan dengannya. Apalagi ini masih saudara kita. Jadi agak kesulitan untuk menghindarinya.

Dalam situasi seperti Anda, yang dibutuhkan adalah menyamarkan ketidaksukaan sehingga tidak menjadi konflik yang serius. Misalnya:

A. Mendengarkan
Lebih baik dengarkan argumennya yang mau menang sendiri. Misalnya dia menyukai capres tertentu dan menjelekkan capres lain, jangan ditentang pendapatnya. Mungin ini akan menyiksa, tetapi justru akan membuat Anda lebih cepat keluar dari obrolannya daripada sibuk mendebat argumennya yang tak penting. Karena mendebat dengan orang yang selalu ingin menang sendiri akan membuat waktu terbuang sia-sia dan membuat marah.

B. Abaikan kehadirannya
Memberi tempat pada orang yang menyebalkan dan melukai hati hanya akan memancing emosi, marah, dan membuat Anda terjebak dalam konfrontasi tidak penting

C. Kelola emosi Anda
Jangan biarkan diri Anda terpancing dengan perkataannya yang mungkin mengusik Anda. Diam terkadang adalah hal yang baik. Menanggapi komentar menyebalkan dengan marah justru berpotensi menjatuhkan kredibilitas Anda. Saat emosi, biasanya fokus terhadap persoalan yang sesungguhnya menjadi kabur karena Anda lebih fokus terhadap konflik semu yang diciptakan manusia menyebalkan.

D. Ada baiknya ajak orang lain yang dia anggap obyektif.
Hal ini dilakukan untuk memahaminya sehingga ia mengerti bahwa apa yang dilakukannya banyak menyakiti orang lain. Perlu diingat bahwa kemampuan untuk memahami orang lain itu terbentuk dari kecil dan pola asuh sangat mempengaruhi. Orangtua yang egois biasanya memiliki anak-anak yang egois juga.

SOURCE :Retno Riani MPSi Psikolog

Doktor Terjawab on 13 September 2016
Tambah Komentar
Loading...

Jawaban Anda

Dengan memposting jawaban, anda setuju dengan Kebijakan Privasi dan ketentuan layanan.