Apa doa mandi wajib setelah haid dalam bahasa arab ?

Setiap wanita pasti pernah haid, apakah ada doa yang dibacakan sebelum saya mandi wajib, terus apa hukumnya jika saya tidak membacakan doa tersebut. tolong kalau ada yang bisa jelaskan doa mandi wajib setelah haid dalam bahasa arab dan artinya

SMP Ditanyakan on 21 Mei 2016 pada Agama.
Tambah Komentar
  • 3 Jawaban
    Jawaban Terbaik

    Hai julliamarry saya seorang mahasiswi Sarjana Agama akan membantu menjawab pertanyaan anda.
    Mandi wajib merupakan kewajiban bagia setiap wanita muslim setelah mengalami Haid, mandi wajib dengan cara berniat mandi wajib lalu memberishkan seluruh anggota badan minimal dengan menyiramkan air dari ujung rambut sampai keujung kaki secara merata. Berikut doa niat mandi wajib :

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

    Bacaan : NAWAITUL GHUSLA LIROF’I KHADATSIL KHAIDHI LILLAAHI TA’AALAA
    Artinya : Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats haid karena Allah Ta’ala

    Sarjana Terjawab on 21 Mei 2016
    Tambah Komentar

    thanks admin

    SMP Terjawab on 21 Mei 2016
    Tambah Komentar

    Doa Niat mandi wajib setelah haid atau menstruasi

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

    BISMILLAHIRAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL HAIDI FARDLON LILLAHI TA’ALA

    Artinya: Dengan menyebut asma Allah aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar dari haid, fardhu karena Allah ta’ala.

    Tata cara mandi wajib haid atau menstruasi

    Tata cara mandi wajib setelah selesai haid :

    1. Langkah pertama ini sama dengan mandi setelah junub, diawali dengan membaca niat dalam hati. Kemudian membasuh kedua tangan di air yang mengalir, tuang air dengan tangan ke kanan dan taruh di tangan kiri. Gunakan air ini untuk membasuh daerah kemaluan sampai benar-benar bersih. Setelah itu bersihkan tangan yang sudah digunakan dengan cara menggosokkan di tanah, lantai, ataupun tembok sebanyak tiga kali. Dan jangan lupa untuk membersihkan tangan kembali dengan air hingga bersih.

    2. Langkah selanjutnya, baca bismillah kemudian lakukan wudhu seperti biasa. Ambil air kemudian guyurkan kebagian kepala sebanyak tiga kali, dan dilanjutkan ke seluruh badan. Pastikan agar semua bagian tubuh sudah terkena air.

    Ini sesuai dengan Hadist yang diriwiyatkan oleh Bukhari dan Muslim yaitu:

    Dari ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.”(HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316).

    3. Jangan lupa untuk menggosok semua bagian tubuh, juga bagian tubuh yang tersembunyi seperti bagian dalam telinga, tumit, sela jari tangan dan kaki, serta bagian tubuh yang tersembunyi lainnya.

    4. Setelah semua selesai, akhiri dengan membasuh telapak tangan hingga ke bagian kaki. Lalu bacalah doa, doa yang digunakan adalah doa setelah selesai wudhu dengan lengkap. Seperti halnya mandi junub, mandi karena setelah menstruasi juga sebaiknya tidak dikeringkan dengan handuk maupun kain yang lainnya. Biarkan tubuh tetap dalam keadaan basah setelah selesai mandi wajib.
    Banyak orang yang bertanya, apakah perlu melakukan wudhu? Menurut para ulama, hal itu tidak perlu dilakukan. Hal ini sesuai dengan hadist berikut ini:

    Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam tidak berwudhu setelah selesai mandi.” (HR. Tirmidzi no. 107, AnNasai no. 252, Ibnu Majah no. 579, Ahmad 6/68. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

    Serta riwayat dari Ibnu Umar:
    Beliau ditanya mengenai wudhu setelah mandi.Lalu beliau menjawab, “Lantas wudhu yang mana lagi yang lebih besar dari mandi?” (HR. Ibnu AbiSyaibah secara marfu’ dan mauquf)

    Mandi wajib karena haid maupun mandi wajib karena nifas atau wiladah, juga disarankan dengan menggunakan sabun yang digunakan untuk membasuh di area tertentu. Ini agar tubuh benar-benar bersih dari darah yang bisa saja sulit dibersihkan bila tidak menggunakan sabun. Tetapi untuk mandi wajib junub, tidak perlu menggunakan sabun yang penting seluruh bagian tubuh bisa terkena air ketika melakukan mandi ini.\

    Sumber : http://www.kopi-ireng.com/2016/08/doa-mandi-wajib-tata-cara-mandi-wajib.html

    TK Terjawab on 13 September 2016
    Tambah Komentar
    Loading...

    Smilies Kaskus

    Dengan memposting jawaban, anda setuju dengan Kebijakan Privasi dan ketentuan layanan.