Google Loon itu apa ? dan Apa fungsinya ?

Beberapa media di Indonesia banyak yang memberitakan bahwa Google Loon akan hadir di Indonesia karena mendapatkan ijin, hanya saja saya tidak tau apa itu google loon. dan berfungsi apa google loon di Indonesia.

SMA Ditanyakan on 13 Maret 2016 pada Teknologi.
Tambah Komentar
  • 3 Jawaban

    Project Loon adalah proyek yang bertujuan membawa akses internet kepada setiap orang dengan membuat jaringan internet menggunakan balon udara yang terbang di lapisan stratosfer.

    Project Loon merupakan bagian dari Google X, sebuah laboratorium milik Google yang banyak melakukan eksperimen teknologi yang unik, seperti mobil tanpa pengemudi, yang berada di bawah perusahaan induk Google, Alphabet

    Sarjana Terjawab on 13 Maret 2016
    Tambah Komentar

    Bagus jika memang Google Loon hadir di Indonesia sangat menguntungkan bagi wilayah di Indonesia yang belum terjamah oleh sinyal Privider. Harusnya ini di apresiasi oleh Pemerintah untuk berkembangnya tekhnologi di Indonesia.

    TK Terjawab on 13 Maret 2016
    Tambah Komentar

    Penyebaran akses internet di seluruh dunia masih belum merata. Di Asia, hanya 27 persen dari populasi yang bisa tersambung ke jaringan global itu. Di Afrika angkanya bahkan hanya 16 persen. Google memperkirakan hanya satu dari tiga orang di bumi yang memiliki akses ke internet.

    Salah satu kendala terbesar yang menghalangi penyebaran internet adalah masalah geografis yang menyulitkan pembangunan infrastrukur. Contohnya, hutan yang sulit ditembus, gunung, dan pulau-pulau yang terpisah oleh lautan.

    Itulah permasalahan yang hendak diatasi oleh Google dalam “ide” terbarunya yang dinamai “Project Loon”. Perusahaan ini ingin meratakan akses internet untuk orang-orang di seluruh dunia, termasuk mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil. Caranya? Memakai balon udara (baloon).

    Seperti dikutip dari AllThingsD, balon-balon ini rencananya akan dilengkapi dengan peralatan elektronik bertenaga surya dan diterbangkan ke lapisan stratosfer pada ketinggian 20 km atau dua kali ketinggian terbang pesawat, tapi masih berada jauh di bawah jalur orbit satelit.

    Dari sana, balon-Balon Google akan tersambung ke menara internet service provider (ISP) di darat. Sinyal akan diteruskan ke balon-balon lain yang sama-sama terbang di langit dan berada dalam jangkauan. Nah, sambungan internet ini kemudian dipancarkan oleh tiap-tiap balon ke permukaan bumi secara nirkabel dan bisa ditangkap dengan menggunakan perangkat penerima khusus.

    “Pada intinya, kami mencoba menciptakan jaringan di langit,” ujar Rich DeVaul, Kepala Arsitek Bidang Teknis Project Loon, dalam video penjelasan yang dirilis Google, seperti bisa dilihat dalam video resmi Project Loon.

    Dalam keterangan resminya, Google mengatakan bahwa setiap balon Project Loon bisa memberikan koneksi internet nirkabel pada area dengan diameter 40 km. Kecepatan transfer data yang dihasilkan disebut bisa setara dengan “koneksi 3G”.

    Karena menggunakan panel surya, balon-balon tersebut tidak memerlukan bahan bakar untuk beroperasi. Cara mengendalikannya bukan memakai baling-baling atau alat propulsi lain, melainkan dengan menaik-turunkan balon untuk mengikuti arah embusan angin di lapisan-lapisan stratosfer yang berbeda. Sebuah program dengan algoritma khusus pun telah disiapkan untuk keperluan “menyetir” balon secara otomatis.

    Minggu ini, Google berencana melakukan uji coba Project Loon di Canterbury, Selandia Baru. Sebanyak 50 peserta akan mencoba tersambung ke internet melalui balon. Setelah itu, Google akan melanjutkan pilot program ke negara lain yang berada di garis lintang yang sama dengan Selandia Baru.

    Penasaran? Kunjungi laman Project Loon di tautan —> http://www.google.com/loon/

    Doktor Terjawab on 21 September 2016
    Tambah Komentar
    Loading...

    Smilies Kaskus

    Dengan memposting jawaban, anda setuju dengan Kebijakan Privasi dan ketentuan layanan.