Jelaskan lima metode pemberian kode rekening beserta contohnya dalam sistem akuntansi.

Pemberian kode rekening umumnya didasarkan pada rerangka pemberian kode tertentu sehingga memudahkan pemakai dalam penggunannya. terdapat lima pemberian kode rekening, tolong jelaskan beserta contohnya. terimakasih.

SMA Ditanyakan on 14 April 2016 pada Pengetahuan.
Tambah Komentar
  • 1 Jawaban

    Pemberian kode rekening tidak dimaksudkan agar pemakai menghapalkan kode-kode rekening yang disusun, namun untuk memudahkan pemakai mengikuti rerangka logika pemberian kode rekening, sehingga dapat menggunakan rekening yang disusun untuk pemberian identifikasi transaksi yang terjadi dalam perusahaan.

    Ada 5 metode pemberian kode rekening:

    • (1.) Kode Angka atau Alfabet Urut (numerical-or alphabetic-sequence code)
      Metode ini rekening buku besar diberi kode angka atau huruf yang beruurutan. Kelemahan Kode Angka atau Alfabet Urut ini adalah jika terjadi perluasan jumlah rekening, hal iniakan mengakibatkan perubahan menyeluruh terhadap kode rekening yang mempunyai kode angka yang lebih besar. Contoh Kode Angka Urut adalah:

    1.  Kas dan Bank
    2.  Investasi sementara
    3.  Piutang
    4.  Cadangan kerugian piutang
    5.  Persediaan produk jadi
    6.  Persediaan Produk dalam proses
    7.  Persediaan bahan baku dan bahan penolong
    8.  Persekot biaya
    9.  Aktiva lancar lain
    10.Investasi jangka panjang
    11. Tanah
    12. Gedung
    13. Akumulasi depresiasi gedung
    14. Mesin
    15. Akumulasi depresiasi mesin
    16. Aktiva tetap lain
    17. Beban yang ditangguhkan
    18. Aktiva lain-lain
    19. Utang gaji
    20. Utang biaya
    21. Pendapatan yang diterima di muka
    22. Utang lancar lain-lain
    23. Utang jangka panjang-Bank
    24. Modal saham
    25. Laba ditahan
    26. Pendapatan Penjualan
    27. Harga pokok penjualan
    28. Biaya-biaya
    29. Rugi Laba

     

    • (2.) Kode Angka Blok (block numerical code)
      Dalam metode ini, rekening buku besar dikelompokkan menjadi beberapa golongan dan setiap satu golongan disediakan satu blok angka yang berurutan untuk memberi kodenya. Contoh Kode Angka Blok adalah:

    1-24           Aktiva Lancar
    25-39        Investasi Jangka Panjang
    40-69        Aktiva tetap berwujud
    70-79        Aktiva tidak berwujud
    80-99       Aktiva lain-lain
    100-124   Utang Lancar
    125-129  Utang Jangka Panjang
    130-139  Modal
    140-169  Pendapatan Penjualan
    170-199  Harga Pokok Penjualan
    200-299  Biaya Produksi
    300-399  Biaya Administrasi dan Umum
    400-449 Penghasilan di luar Usaha
    450-499  Biaya di luar Usaha
    500  Rugi-Laba

     

    • (3.) Kode Angka Kelompok (group numerical code)
      Terbentuk dari dua arah atau lebih subcodes yang dikombinasikan menjadi satu kode. Kita bisa ambil contoh kode mobil Indonesia yang disusun sebagai berikut:

    XX = Daerah Tingkat I atau Karesidenan
    XXXX = Kode unik mobil
    XX = Daerah Tingkat II di bawah daerah Tingkat I atau Karesidenan
    Jadi kode mobil adalah AB 7694 CE
    AB = Daerah Istimewa Yogyakarta
    7694 = Kode unik untuk mobil tertentu
    CE = Kabupaten Sleman

     

    • (4.) Kode Angka Desimal (decimal code)
      Desimal berarti persepuluhan. Kode Angka Desimal memberi kode angka terhadap klasifikasi yang membagi kelompok menjadi maksimum 10 subkelompok dan membagi sub kelompok menjadi maksimum 10 golongan yang lebih kecil dari subkelompok tersebut. Contoh Kode Angka Desimal adalah:

    1   Persediaan
    1.1 Persediaan Suku Cadang
    1.2 Persediaan Bahan Penolong
    1.3 Persediaan Bahan Baku
    1.9 Persediaan lain-lain
    lalu Persediaan bahan baku dibagi menjadi maksimum 10 golongan:
    1.3.1 Bahan Baku Kayu
    1.3.2 Bahan Baku Ampas Tebu
    1.3.9 Bahan Baku lain-lain
    Lalu persediaan Bahan Baku Kayu dibagi menjadi maksimum 10 golongan:
    1.3.1.1 Bahan Baku Serat Panjang Ex Jepang
    1.3.1.2 Bahan Baku Serat Panjang Ex USA
    1.3.1.3 Bahan Baku Serat Panjang Ex Brasilia
    1.3.1.9 Bahan baku Serat Kayu lain-lain

     

    • (5.) Kode Angka Urut Didahului dengan Huruf (numerical sequence preceded by an alphabetic reference)
      Metode ini menggunakan kode berupa kombinasi angka dengan huruf. Setiap rekening diberi kode angk yang dimukanya dicantumkan huruf singkatan kelompok rekening tersebut. Contohnya adalah:

    AL 101
    ATL 112
    MO 245
    AL merupakan singkatan dari aktiva lancar. ATL singkatan aktiva tidak lancar. MO singkatan dari Modal.

    Sarjana Terjawab on 14 April 2016
    Tambah Komentar
    Loading...

    Smilies Kaskus

    Dengan memposting jawaban, anda setuju dengan Kebijakan Privasi dan ketentuan layanan.