Sebutkan negara produsen kopi terbesar di dunia ?

Apakah indonesia masuk dalam kategori produsen kopi dunia, karena sekilas indonesia merupakan negara yang menghasilkan kopi cukup banyak. tolong sebutkan negara produsen kopi terbesar di dunia minimal 3 negara ya

SMA Ditanyakan on 7 April 2016 pada Pengetahuan.
Tambah Komentar
  • 3 Jawaban

    Berikut Negara Produsen Kopi Terbesar di Dunia :

    1. Brazil
    2. Vietnam
    3. Indonesia
    4. Colombia
    5. Ivory Coast (Pantai Gading)

    Sarjana Terjawab on 7 April 2016
    Tambah Komentar

    Brasil #1

    Brasil penghasil kopi terbesar dunia

    Lansekap perkebunan kopi di negara bagian Minas Gerais, Brasil. (Foto: Wikimedia)

    Brasil merupakan negara penghasil kopi terbesar di dunia, mendominasi pasar ekspor sejak tahun 1830. Hingga saat ini pangsa pasar ekspor Brasil mencapai 30% dari total peradagangan kopi global, jauh meninggalkan negara lain. Brasil juga sekaligus menjadi produsen arabika terbesar dunia mengingat sekitar 80% produksi kopi Brasil merupakan kopi arabika.

    Tahun 2015, Brasil memproduksi sekitar 43,2 juta karung biji kopi atau setara dengan 2,5 juta ton. Produksinya turun dibanding tahun sebelumnya sebesar 2,7 juta ton.

    Vietnam #2

    Kopi Vietnam

    Pegawai perkebunan kopi di Vietnam. (Foto: Rainforest Alliance)

    Vietnam bisa dianggap sebagai pemain baru dalam perkopian, tetapi menempati urutan kedua penghasil kopi terbesar. Kopi dibawa ke Vietnam oleh bangsa Perancis di abad ke-19. Perkembangan tanaman kopi di Vietnam mulai menggeliat pasca berakhirnya perang tahun 1975. Puncaknya sepanjang tahun 1990-an, produksi kopi di Vietnam tumbuh 20-30% setiap tahun. Jenis kopi yang diproduksi Vietnam adalah robusta. Negara ini mengukuhkan diri sebagai produsen robusta terbesar di Dunia.

    Tahun 2015 Vietnam memproduksi 1,65 juta ton biji kopi, naik dari tahun sebelumnya 1,59 juta ton.

    Kolombia #3

    Kopi Kolombia

    Petani di Kolombia merawat tanaman kopi. (Foto: McKay Savage/Flickr CC)

    Kopi telah dikembangkan di Kolombia sejak tahun 1790 dibawa oleh misionaris Eropa. Namun negara ini baru bisa mengeskpor kopi pada tahun 1835. Sejak saat itu kopi menjadi salah satu komoditas perkebunan penting di Kolombia.

    Tahun 2015 Kolombia memproduksi 810 ribu ton biji kopi, naik tipis dari tahun sebelumnya 800 ribu ton.

    Indonesia #4

    Kopi Indonesia

    Petani kopi robusta di Lampung, Indonesia. (Foto: Serikat Petani Indonesia)

    Di abad ke-17 Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar di dunia. Terkenal dengan nama kopi jawa (Java Coffee). Kopi masuk ke Indonesia dibawa oleh bangsa Belanda pada tahun 1669. Tanaman kopi generasi pertama di Indonesia adalah arabika. Karena serangan penyakit, dikemudian hari diganti dengan liberika dan berganti lagi menjadi robusta. Saat ini sebagian besar produksi kopi Indonesia adalah robusta yang mencapai 83% dari total produksi, sisanya arabika sebanyak 17% dan sebagian kecil liberika dan excelsa (volumenya tidak signifikan).

    Tahun 2015 Indonesia memproduksi 660 ribu ton biji kopi, meningkat tipis dari tahun sebelumnya sebesar 623 ribu ton.

    Etiopia #5

    Kopi Etiopia

    Petani perempuan Etiopia membawa buah kopi hasil panennya. (Foto: USAID)

    Etiopia merupakan negara asal tanaman kopi jenis arabika (Coffea arabica). Kopi menjadi komoditas penting Etiopia selama berabad-abad. Meskipun asal tanaman kopi dari negera ini, namun minuman dari kopi dipopulerkan oleh bangsa Arab. Dari Etiopia kopi dibawa ke Arab oleh para pedagang kemudian disebarkan ke seluruh dunia oleh orang-orang Eropa.

    Tahun 2015 Etiopia memproduksi 384 ribu ton biji kopi, menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 397,5 ribu ton.

    India #6

    Kopi India

    Penimbangan biji kopi di pelelangan di Kerala, India. (Foto: David Arpi/Flickr CC)

    Kopi pertama kali masuk ke India pada tahun 1695 dibawa oleh peziarah yang baru pulang berhaji dari Mekah dan Madinah. Tanaman ini dikembangkan di Chickmaglur, daerah pegunungan di Mysor. Pada tahun 1840 bangsa Inggris juga mulai membuka perkebunan kopi di India. Sekitar 92% produksi kopi India terkonsentrasi di tiga provinsi yakni Karnataka, Kerala, dan Tamilnadu. Sama seperti di Indonesia, pada awalnya jenis kopi yang berkembang di India arabika namun saat ini jenis robusta mendominasi 64% produksi kopi.

    Tahun 2015 India memproduksi 345 ribu ton biji kopi, meningkat tipis dari tahun sebelumnya 327 ribu ton.

    Honduras #7

    Kopi Honduras

    Penyuluhan koperasi kopi di Santa Barbara, Honduras. (Foto: TechnoServe/USDA)

    Kopi mulai dikembangkan di Honduras pada tahun 1804 dari tanaman yang ada di kepulauan Karibia. Bibit awal yang berkembang di kepulauan Karibia diduga berasal dari tanaman kopi di Pulau Martinique yang dibawa Perancis dari Belanda. Sampai abad ke-20 hasil perkebunan terpenting di Honduras adalah pisang, baru pada abad ke-21 kopi mengalahkan pisang sebagai komoditas perkebunan terpenting di Honduras.

    Tahun 2015 Honduras memproduksi 345 ribu ton biji kopi, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 324 ribu ton.

    Uganda #8

    Kopi Uganda

    Seorang petani sedang pulping buah kopi di Mbale, Uganda. (Foto: Erinamukuta/Wikimedia)

    Uganda merupakan habitat asli tanaman kopi robusta (Coffea canephora). Kopi jenis lain seperti kopi arabika baru dikenalkan ke Uganda pada tahun 1900-an. Kopi menjadi komoditas perkebunan penting di Uganda sejak tahun 1980-an. Saat ini Uganda sedang gencar-gencarnya mengembangkan kopi robusta yang merupakan tanaman asli negara itu.

    Tahun 2015 Uganda memproduksi 286,5 ribu ton biji kopi, meningkat drastis dari tahun sebelumnya sebanyak 224,6 ribu ton. Peningkatanya mencapai 27%.

    Meksiko #9

    Kopi Meksiko

    Produksi kopi dari Chiapas, Mexico. (Foto: Wikimedia)

    Kopi masuk ke Meksiko dibawa oleh bangsa Spanyol dari Kuba dan Dominika pada akhir abad ke-18. Namun mulai dianggap sebagai komoditas penting sejak tahun 1950-an. Kopi Meksiko sempat mengalami kejayaanya pada era 80-an, pada tahun 1989 terjadi krisis kopi yang meruntuhkan produksi kopi di sana. Baru pada tahun 2006 produksi kopi di Meksiko bangkit kembali.

    Tahun 2015 Meksiko memproduksi 234 ton biji kopi, naik tipis dari tahun sebelumnya sebanyak 216 ton.

    Guatemala #10

    Kopi Guatemala

    Pekerja di Guatemala sedang memilah biji kopi. (Foto: Rohsstreetcafe/Flickr CC)

    Kopi mulai dikembangkan di Guatemala pada tahun 1850-an. Komoditas ini dengan cepat menjadi primadona ekspor Guatemala. Lebih dari 60% produksi kopi di Guatemala di ekspor. Tahun 2013 terjadi serangan penyakit tanaman kopi di Guatemala. Sekitar 70-90% tanaman kopi rusak atau dihancurkan saat itu. Saat ini Guatemala tercatat sebagai 10 besar negara penghasil kopi.

    Tahun 2015 Guatemala memproduksi 204 ribu ton biji kopi, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 197 ribu ton.

    Doktor Terjawab on 14 September 2016
    Tambah Komentar

    Brazil#1

    Brasil merupakan negara penghasil kopi terbesar di dunia, mendominasi pasar ekspor sejak tahun 1830. Hingga saat ini pangsa pasar ekspor Brasil mencapai 30% dari total peradagangan kopi global, jauh meninggalkan negara lain. Brasil juga sekaligus menjadi produsen arabika terbesar dunia mengingat sekitar 80% produksi kopi Brasil merupakan kopi arabika.

    Tahun 2015, Brasil memproduksi sekitar 43,2 juta karung biji kopi atau setara dengan 2,5 juta ton. Produksinya turun dibanding tahun sebelumnya sebesar 2,7 juta ton.

    Vietnam #2

    Vietnam bisa dianggap sebagai pemain baru dalam perkopian, tetapi menempati urutan kedua penghasil kopi terbesar. Kopi dibawa ke Vietnam oleh bangsa Perancis di abad ke-19. Perkembangan tanaman kopi di Vietnam mulai menggeliat pasca berakhirnya perang tahun 1975. Puncaknya sepanjang tahun 1990-an, produksi kopi di Vietnam tumbuh 20-30% setiap tahun. Jenis kopi yang diproduksi Vietnam adalah robusta. Negara ini mengukuhkan diri sebagai produsen robusta terbesar di Dunia.

    Tahun 2015 Vietnam memproduksi 1,65 juta ton biji kopi, naik dari tahun sebelumnya 1,59 juta ton.

    Kolombia #3

    Kopi telah dikembangkan di Kolombia sejak tahun 1790 dibawa oleh misionaris Eropa. Namun negara ini baru bisa mengeskpor kopi pada tahun 1835. Sejak saat itu kopi menjadi salah satu komoditas perkebunan penting di Kolombia.

    Tahun 2015 Kolombia memproduksi 810 ribu ton biji kopi, naik tipis dari tahun sebelumnya 800 ribu ton.

    Indonesia #4

    Di abad ke-17 Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar di dunia. Terkenal dengan nama kopi jawa (Java Coffee). Kopi masuk ke Indonesia dibawa oleh bangsa Belanda pada tahun 1669. Tanaman kopi generasi pertama di Indonesia adalah arabika. Karena serangan penyakit, dikemudian hari diganti dengan liberika dan berganti lagi menjadi robusta. Saat ini sebagian besar produksi kopi Indonesia adalah robusta yang mencapai 83% dari total produksi, sisanya arabika sebanyak 17% dan sebagian kecil liberika dan excelsa (volumenya tidak signifikan).

    Tahun 2015 Indonesia memproduksi 660 ribu ton biji kopi, meningkat tipis dari tahun sebelumnya sebesar 623 ribu ton.

    Etiopia #5

    Etiopia merupakan negara asal tanaman kopi jenis arabika (Coffea arabica). Kopi menjadi komoditas penting Etiopia selama berabad-abad. Meskipun asal tanaman kopi dari negera ini, namun minuman dari kopi dipopulerkan oleh bangsa Arab. Dari Etiopia kopi dibawa ke Arab oleh para pedagang kemudian disebarkan ke seluruh dunia oleh orang-orang Eropa.

    Tahun 2015 Etiopia memproduksi 384 ribu ton biji kopi, menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 397,5 ribu ton.

    India #6

    Kopi pertama kali masuk ke India pada tahun 1695 dibawa oleh peziarah yang baru pulang berhaji dari Mekah dan Madinah. Tanaman ini dikembangkan di Chickmaglur, daerah pegunungan di Mysor. Pada tahun 1840 bangsa Inggris juga mulai membuka perkebunan kopi di India. Sekitar 92% produksi kopi India terkonsentrasi di tiga provinsi yakni Karnataka, Kerala, dan Tamilnadu. Sama seperti di Indonesia, pada awalnya jenis kopi yang berkembang di India arabika namun saat ini jenis robusta mendominasi 64% produksi kopi.

    Tahun 2015 India memproduksi 345 ribu ton biji kopi, meningkat tipis dari tahun sebelumnya 327 ribu ton.

    Honduras #7

    Kopi mulai dikembangkan di Honduras pada tahun 1804 dari tanaman yang ada di kepulauan Karibia. Bibit awal yang berkembang di kepulauan Karibia diduga berasal dari tanaman kopi di Pulau Martinique yang dibawa Perancis dari Belanda. Sampai abad ke-20 hasil perkebunan terpenting di Honduras adalah pisang, baru pada abad ke-21 kopi mengalahkan pisang sebagai komoditas perkebunan terpenting di Honduras.

    Tahun 2015 Honduras memproduksi 345 ribu ton biji kopi, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 324 ribu ton.

    Uganda #8

    uganda merupakan habitat asli tanaman kopi robusta (Coffea canephora). Kopi jenis lain seperti kopi arabika baru dikenalkan ke Uganda pada tahun 1900-an. Kopi menjadi komoditas perkebunan penting di Uganda sejak tahun 1980-an. Saat ini Uganda sedang gencar-gencarnya mengembangkan kopi robusta yang merupakan tanaman asli negara itu.

    Tahun 2015 Uganda memproduksi 286,5 ribu ton biji kopi, meningkat drastis dari tahun sebelumnya sebanyak 224,6 ribu ton. Peningkatanya mencapai 27%.

    Meksiko #9

    Kopi masuk ke Meksiko dibawa oleh bangsa Spanyol dari Kuba dan Dominika pada akhir abad ke-18. Namun mulai dianggap sebagai komoditas penting sejak tahun 1950-an. Kopi Meksiko sempat mengalami kejayaanya pada era 80-an, pada tahun 1989 terjadi krisis kopi yang meruntuhkan produksi kopi di sana. Baru pada tahun 2006 produksi kopi di Meksiko bangkit kembali.

    Tahun 2015 Meksiko memproduksi 234 ton biji kopi, naik tipis dari tahun sebelumnya sebanyak 216 ton.

    Guatemala #10

    Pekerja di Guatemala sedang memilah biji kopi. (Foto: Rohsstreetcafe/Flickr CC)

    Kopi mulai dikembangkan di Guatemala pada tahun 1850-an. Komoditas ini dengan cepat menjadi primadona ekspor Guatemala. Lebih dari 60% produksi kopi di Guatemala di ekspor. Tahun 2013 terjadi serangan penyakit tanaman kopi di Guatemala. Sekitar 70-90% tanaman kopi rusak atau dihancurkan saat itu. Saat ini Guatemala tercatat sebagai 10 besar negara penghasil kopi.

    Tahun 2015 Guatemala memproduksi 204 ribu ton biji kopi, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 197 ribu ton.

    Doktor Terjawab on 14 September 2016
    Tambah Komentar
    Loading...

    Smilies Kaskus

    Dengan memposting jawaban, anda setuju dengan Kebijakan Privasi dan ketentuan layanan.