Tolong jelaskan Bioekologi hama ulat jengkal ?

Dalam ilmu pertanian hama merupakan gangguan yang serius untuk ditangani, saya ingin tau Bioekologi tentang hama teh yaitu ulat jengkal. Mungkin admin dan member disini bisa menjelaskan itu

SMA Ditanyakan on 8 Juni 2016 pada Pertanian.
Tambah Komentar
  • 1 Jawaban

    Bioekologi adalah pembelajaran makhluk hidup dalam kaitannya dengan lingkungan hidupnya, Bioekologi terdiri dari Ekologi, Klasifikasi, Gejela, Morfologi, Pengendalian

    • Berikut Bioekologi Ulat Jengkal

    1. Ekologi
    Jenis ulat jengkal ini sering menyerang teh, kedelai, tomat, buncis, kacang kacangan dan kentang. Warnanya hijau dan makannya serakah.
    Daur hidup Ngengat betina meletakkan telur pada permukaan permukaan bawah daun secara satu persatu. Mula-mula telur berwarna putih kemudian berubah menjadi kuning. Setelah 3-4 hari, telur akan menetas. Ulat yang keluar berwarna hijau dan dikenal dengan sebutan ulat jengkal karena perilaku jalannya. Panjang tubuh ulat yang telah mencapai pertumbuhan pennuh sekitar 40 mm. Ulat dewasa membentuk kepompong dalam daun yang dianyam. Setelah 7 hari, kepompong tumbuh menjadi ngengat.

    2. Klasifikasi
    Kingdom : Animalia
    Phylum : Arthropoda
    Class : Insecta
    Order : Lepidoptera
    Family : Noctuidae
    Genus : Plusia
    Spesies : plusia chalcites

    3. Gejala
    Gejala kerusakan akibat serangan ulat jengkal adalah kerusakan daun dari arah pinggir. Serangan berat mengakibatkan kerusakan daun hingga hanya tersisa tulang-tulang daun. Serangan larva, instar muda,menyebabkan bercak- bercak putih karena yang tinggal hanyaepidermis dan tulang daunnya. Sebagian larva yang lebih besar dapat menyebabkan daun terserang habis, serangan larva terjadi pada stadia vegetative

    4. Morfologi
    Panjang ulat sekitar 2 cm, jika bejalan ulat melengkung seperti orang mengukur panjang dengan jengkal panjang tangan. Ulat yang masih muda berwarna bening. Sementara itu ulat dewasa berwrana hijau seperti daun tembakau dengan garis samping berwarna lebih muda. Badannya mengecil dari belakang ke kepala. Kepalanya dapat berukuran kecil. Hama ini memiliki ciri-ciri: berukuran 1.5-2.0mm menekan pencemaran warna hitam mengkilat

    5. Pengendalian
    Pengolahan lahan seblum digunakan lahan sebaiknya dicangkul dan diberakan beberapa saat agar hama yang ada didalam tanah dapat terangkat ke permukaan dan terkena matahari dan akan mati.
    Pengendalian secara mekanis dengan sanitasi lahan dari gulma sebelum penanaman maupun setelah penanaman, atau bagian tanaman yang terkena hama tersebut dapat diambil secara langsung, dipijit dan dimatikan.
    Penegendalian secara teknis :
    – Penggunaan mulsa jerami
    – Pergiliran tanaman
    – Waktu tanam secara serempak
    – Rotasi tanaman dengan serempak pada areal memutus siklus
    – Pengumpulan larva ulat jengkal
    Pengendalian secara biologis antara lain: penggunaan parasitoid Trichogrammatoidea, Pergiliran tanaman, Insektisidabactrae-bactrae yaitu penggunaan Nuclear (Spodotera lituraF) Polyhidrosis Virus (NPV) untuk ulat grayak Spo-dopteralitura(SlNPV)
    Penyemprotan insektisida

    Sarjana Terjawab on 8 Juni 2016
    Tambah Komentar
    Loading...

    Smilies Kaskus

    Dengan memposting jawaban, anda setuju dengan Kebijakan Privasi dan ketentuan layanan.